
Berhubung janji yang pernah diungkapkan oleh pihak utusan Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai membuat Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai di kota Jawa-Bali bertanya-tanya. Janji tersebut adalah di tahun 2010 akan ada beasiswa bagi setiap pelajar dan mahasiswa serta tugas akhir atau bantuan dana bagi mahasiswa yang menyusun skripsi. Ungkapan ini langsung dating dari Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai ketika menghadiri pengesahan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai [IPMADO] Se-Jawa-Bali di Yogyakarta (30/01) tahun lalu.
Begitu ungkapan itu diucapkan oleh petinggi/pejabat di Kab. Dogiyai, pelajar serta mahasiswa asal Dogiyai yan hadir saat itu menyambut dengan baik dengan bertepuk tangan memecah kesunyiannya ruangan. Tiga orang utusan pemerinta kabupaten Dogiyai yang hadir masing-masing, Drs. Fabianus Yobee [Sekda. Kab. Dogiyai], Herman Kayame [Kabag. Pembangunan Kab. Dogiyai] serta Wihelmus Degai [Intelektual Kab. Dogiyai]. Bagaimana tidak? 80% atau bahkan 90% pelajar dan mahasiswa asal Dogiyai adalah orang tuanya berasal dari ekonomi lemah/petani. Hanya karena nekat anggotalah yang menjadikan dasar untuk hidup mandiri mencari ilmu di rantauan.
Waktupun terus berjalan, hingga saat ini memasuki pertangan tahun 2010 masih belum juga adanya tanda-tanda akan janji yang pernah diungkapkan. Melihat kenyataan ini, banyak pelajar dan mahasiswa atau yang sedang menempuh skripsi terus mempertanyakan. Pesan singkat dan telpon kepada BPH IPMADO yang menjadi payung terus dituntut agar mempertanyakan kepada pihak yang dijanjikan agar menuntut akan janji tersebut.
Mengingat tuntutan dari anggota akan janji beasiswa dan bantuan dana skripsi ini beberapa kali BPH mempertanyakan kepada pihak berwajib [Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai], namun jawabannya saling over kesana-kemari. Ketika menanyakan hal itu kepada kepala dinas pendidikan jawabannya “ hal itu bukan kami yang janjikan, silakan menghubungi pihak yang menjanjikan kalian” begitu juga sebaliknya, ketika menghubungi sekretaris daerah jawabannya” silahkan tanyakan kepada kepala dinas pendidikan karena itu merupakan tugasnya dinas pendidikan”. Kami jadi pusing dan kami bukan seperti bola yang dengan seenaknya diover kesana-kemari.
Jawaban ini mengundang banyak pertanyaan dari setiap anggota pelajar dan mahasiswa Dogiyai di Jawa dan Bali, dan berikut kutipan-kutipan pesan singkat yang masuk ke ponsel BPH IPMADO untuk menanggapi masalah janji beasiswa dan bantuan dana tugas akhir:
Frans Kedeikoto atau orang yang sering disapa Tomoki ini, meminta agar perlu membicarakan dan sepakat untuk kelanjutannya, apakah perlu menghadirkan pihak yang dijanjikan ataukah mhasiswa merapat ke Dogiyai dan aksi menuntut janji tersebut. Nada yang sama datang juga dari Isak waine hal ini tidak perlu dibiarkan begitu saja, kita harus tuntut akan janji yang pernah diucapkan itu, mahasiswa jurusan kesehatan masyarakat ini meminta mahasiswa yang ada seluruh kota studi yang tersebar di Indonesia bersatu dan menuntut, karena jika dibiarkan begitu saja, maka ke depannya para pejabat daerah akan melakukan seenaknya saja. Jack Mote yang juga mahasiswa yang sedang menyusun skripsi meminta agar melakukan demo besar-besaran dari kota studi yang ada di Indonesia di depan kantor bupati, karena tahun 2010 sudah berjalan pertengaan tahun masih belum juga adanya tanda-tanda dari janji yang pernah mereka ungkapkan.
Begitupun dengan Yakonias Adii, kabupaten Dogiyai dengan pemekaran kabupaten baru tidak ada bedanya, namun mengapa kabupaten baru yang hampir secara bersamaan dimekarkan memberikan beasiswa serta bantuan dana tugas akhir? Apa yang terjadi sebenarnya diantara para pejabat yang ada di Dogiyai? mahasiswa yang juga sedang menyelesaikan [skripsi] S1 di Universitas PGSD Yogyakarta ini mengatakan agar mahasiswa harus menuntut atas janji tersebut, karena ini merupakan hak mahasiswa yang berasal dari kabupaten Dogiyai. senada juga diucapkan oleh Kendi Edowai, Lidia Adii, dan Andreas Pigai.
Sedangkan Emanuel Tebai, salah satu mahasiswa asal Bandung ini mengatakan agar meminta penjelasan minimal mempertanyakan dengan surat resmi untuk menindak lanjuti atas janji beasiswa dan tugas akhir tersebut, dan meminta jaminannya dari pihak terkait. Selvi Waine mahasiswi asal Surabaya mengatakan ini merupakan kabupaten baru dan membutuhkan banyak mahasiswa yang siap pakai di daerah nantinya, maka pemerintah jangan menghambat putra-putri Dogiyai yang ingin melanjutkan kuliah dengan janji-janji seperti ini.
Terkait masalah ini BPH IPMADO sudah memenuhi permintaan pemerintah berupa data seluruh pelajar dan mahasiswa yang diminta, kenapa sekarang terjadi seperti in? jangan salahkan mahasiswa jika dalam waktu dekat mahasiswa Jawa-Bali atau mahasiswa se-Indonesia melakukan aksi besar-besaran di depan kantor bupati Dogiyai, karena mereka [mahasiswa, red] menuntut apa yang menjadi hak dan menuntut akan janji tersebut. [Egeidaby].
- Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai Jawa-Bali Menuntut Janji Beasiswa

Setelah beberapa bulan melewati tahap seleksi, baik itu dari tim seleksi KPUD Dogiyai maupun dari KPU Perovinsi akhirnya pada tanggal 28 Mei 2010 pukul 19.00-21.00 telah dilangsungkan pleno dalam rangka penetapan lima anggota KPUD Dogiyai di Jayapura. Sedangkan Pelantikan bagi kelima anggota KPUD berlangsung 30/10 pukul 09.00-17.00. Kelima anggota terpilih diantaranya Sesilius Dimi, SE., Yohana Magai, Marselus Douw, Marten Douw dan Yulius Makai. Pada hari pelantikan pula, Marselus Douw yang sebelumnya berprofesi sebagai seorang jurnalis resmi terpilih sebagai ketua KPUD Dogiyai, proses penentuan ketua KPUD dilakukan secara voting.
Dengan diumumkannya hasil seleksi KPUD Dogiyai, Mahasiswa Dogiyai di Jawa dan Bali menyambut baik. Penyampaian ini terlihat ketika beredarnya pesan singkat yang dikirimkan diantara sesama mahasiswa yang sekaligus menyampaikan selamat kepada seorang alumni Jawa-Bali Sesilius Dimi, SE.,. Sesilius Dimi, SE., atau seorang yang sering disapa [Sesco] adalah sang inspirator sekaligus perintis dari Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai [IPMADO] Jawa-Bali. Komentar Mahasiswa memalui pesan singkat berjalan terus dan berikut kutipan-kutipan komentarnya:
1. Lidia Adii (Mahasiswi asal Yogyakarta): sangat bangga dan selamat atas terpilih dan dilantiknya kakak Sesco Dimi menjadi anggota KPUD Dogiyai, selamat memikul tanggung jawab yang diberikan dan jadilah diri pribadi sesungguhnya.
2. Eliazer K. Edowai (Mahasiswa asal Bogor): kami sagat bangga, Sesco Dimi menjadi salah satu anggota di KPUD dan kami yakin dengan segala kemampuan dan pengalaman yang dimiliki akan melalui masa-masa yang sulit jika dalam prosesnya terjadi masalah dalam PILKADA perdana Dogiyai mendatang. Satu hal yang musti dipertimbangkan oleh KPUD Dogiyai adalah kandidat harus putra daerah asal Dogiyai [Kamuu dan Mapia].
3. Penias Auwe (Mahasiswa asal Bandung): kami bangga senior kami terpilih menjadi salah satu anggota KPUD Dogiyai dan seluruh KPUD terpilih harus ingat bahwa jangan sekali-sekali mengutamakan kebutuhan pribadi dalam arti jangan menerima suap dari bakal calon di Dogiyai dan Pilkada yang memakan sampai bertahun-tahun di Kabupaten Nabire jangan kembali terjadi di Dogiyai.
4. Eby Tekege (Mahasiswa asal Bogor): bangga dan selamat kepada seluruh anggota KPUD Dogiyai terpilih terutama kepada alumni kami dan kami hanya berharap semoga Pilkada Dogiyai berjalan secara demokratis.
5. Frans Kedeikoto (Mahasiswa asal Semarang): selamat dan kami bangga atas terpilhnya abang Sesco menjadi KPUD Dogiyai dan pengalaman berorganisasi yang dimilikinya kami tidak ragukan. Juga kepada seluruh anggota KPUD Dogiyai terpilih harus jalankan sesuai dengan hati nurani, perlu ingat ini Pilkada Perdana di Dogiyai dan jadikan Pilkada berjalan dengan sangat demokratis.
6. Yosias Tebai (Mahasiswa asal Surabaya): bangga sekali sang perintis IPMADO menjadi salah satu anggota KPUD Dogiyai, kami hanya berharap jadikan pilkada perdana ini berjalan dengan sangat demokratis tanpa disetting oleh pihak-pihak lain.
7. Mateus Auwe (Mahasiswa asal Yogyakarta/ketua IPMADO Jawa-Bali): sukses buat alumni kami Sesco Dimi, kami tahu pengalaman yang dimiliki beliau akan menjadi pondasi yang kuat dalam menjalankan tugas yang ditanggungnya. Penting sekali menjadi diri-sendiri dalam menjalankan tugas ini dan ambillah nama baik bagi alumni dan mahasiswa Jawa-Bali. Serta anggota KPUD lainnya kami tak ragukan, terpilih maka kalianlah yang layak mendudukinya. Pengalaman dan kemampuan yang kalian miliki kami yakin bisa menjadikan pilkada berjalan dengan aman damai dan tenteram dalam satu kekeluargaan kabupaten Dogiyai.
Jika melihat keseluruhan komentar dari mahasiswa yang berada di perantauan berharap anggota KPUD tepilih menjadi netral dalam menjalankan tugas yang dipercayakan. Jauhkan segala isme-isme, sogokan dan lain sebagainya. Harapan ini bukan hanya datang dari mahasiswa, namun masyarakat dan alam Dogiyai. Berikanlah yang terbaik untuk alam yang takbisa berkata dan masyarakat Dogiyai agar kandidat yang terpilih adalah yang terbaik buat kabupaten Dogiyai dan sangat mencintai seluruh komponen yang ada di kabupaten Dogiyai. Dou-Gai-Ekowai adalah filosofi suku Mee yang telah ada dan dipegangang dari generasi ke generasi. Semoga filosofi ini menjadi pondasi dalam memikul tanggung jawab yang diberikan. (Egeidaby)
- KPUD Dogiyai Terpilih, Berikanlah Yang Terbaik Untuk Rakyat

Oleh: Agustinus Dogomo*)
Selama ini, ada beberapa media masa baik cetak maupun elektronik membicarakan mengenai pemerintah Papua telah membuat undang-undang tentang transmigrasi (perpindahan penduduk dari penduduk yang padat ke daerah yang penduduknya tidak padat) di lima belas kabupaten yang baru di mekarkan di papua khususnya pegunungan tengah. Itulah sasaran utama pemerintah pusat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah Provinsi Papua.
Jangan kita kaget ketika mereka membuka program transmigran di Papua karena bukan sekarang saja pemerintah membuka program trangmigran penduduka Jawa ke papua sudah ada sejak tahun 1980 an di beberapa daerah yaitu, , Arso, Koya, Nimboggran,Taja, Lereh Merauke,Nabire, Manokwari, Sorong. Tujuan pemrintah membuat program adalah untuk pemerataan penduduk dari penduduk yang padat ke daerah yang penduduk yang tidak padat. Mengisi daerah kosong, karena Papua adalah banyak daerah yang luas.
Transmigran di kirim ke Papua karena mereka (Indonesia) melihat sumberdaya alam di papua masih perawan (alami). Mengapa saya mengatakan demikian karena daerah Jawa selama Negara penjajahan dulu telah mengambil kekayaan alam selama 350 tahun atau 2 abad, 9 turunan. Jadi, mereka ,mencari alam yang masih perawan di Papua. Beberapa daerah sasaran transmigram sebelumnya.
Dampak yang diterima dari program transmigrasi terhadap masyarakat Papua, yaitu, masyarakat papua termarginal dari berbagai bidang seperti, ekonomi, pemerintahan dll, yang di kuasai oleh orang luar papua. Masyarakat papua menjadi miskin diatas tanahnya sendiri. Masyarakat asal Papua menjadi minoritas di bandingkan masyarakat yang datang dari luar.
Penolakan ini terjadi karena ada beberapa dampak di atas. Seperti , ”Kami secara resmi dan tegas tidak setuju serta menolak transmigrasi ke Papua. Kami orang asli Papua tidak mau jadi minoritas di tanah air sendiri,” kata Forkorus Yoboisembut, Ketua Dewan Adat Papua, Senin (26/4) di Jayapura, Papua. (baca : Jayapura, Kompas, Selasa, 27 April 2010 | 04:18 WIB), Anggota DPR-Papua, Melkias Yeke Gombo, mengatakan bahwa apapun program untuk mendatangkan penduduk dari luar Tanah Papua, tidak akan didukung oleh DPRP sebab akan menjurus kepada pemusnahan etnis Papua. “Sudah cukup seperti di Keerom dan Merauke, dimana dominasi penduduk transmigrasi sangat banyak dari penduduk lokal,” ujar Yeke Gombo, kepada JUBI di Jayapura, Selasa (27/4). (baca: Jubi Tuesday, 27 April 2010 10:57),
Pada tanggal 10 Mei 2010 kelompok diskusi Ihoo/ iyoo ke puncak suroloyo. ketika tiba di puncak Suroloyo kami melihat ke bagian sebelah daerahnya luas tanpa penghuni lalu kami mulai mendiskusikan bagian sini daerah luas baru mengapa pemerintah mau megirim para transmigran ke Papua, bukannya isi daerah yang masih kosong itu, Sesuai dengan tujuan pemertaan penduduk.
Lalu menjadi pertanyaan apakah membuka program transmigrasi ke Papua itu mereka melihat Jakarta saja atau seluruh Jawa? Kalau memang seluruh Jawa mengapa mereka tidak mau mengirim transmigran untuk mengisi lahan-lahan yang kosong yang ada di pulaun Jawa sendiri. Apakah pemerintah melihat penduduk Jakarta yang hidup di bawah di sebabkan oleh beberapa pembangunan pencakar langit itu. Melihat penduduk yang hidup di bawah jembatan dan hidup di dekat bantaran kali yang biasa terendam air itu.
Kalau pemerintah melihat beberapa hal di atas ini maka harus mereka mentransmigrankan orang-orang itu ke beberapa daerah kosong yang ada di pulau Jawa saja. Kalau memang pulau Jawa tidak cukup barulah bisa transmigran ke daerah –daerah lain. Jawa penduduk tidak padat, tetapi bagaiman pemerintah untuk menbagi ke daerah –daerah yang kosong (lahan kosong)
Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan STPMD/APMD Yogyakarta
- Ada Apa di Balik Program Trasmigrasi di Papua?

Oleh Mozes Bidaby Tebai
Untuk Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Dogiyai tinggal beberapa bulan lagi maka, pasangan calon bupati dan wakil bupati yang sedang sibuk mempersiapkan untuk kampanye dan mencari suara dan mencari dukungan dari rakyat di kabupaten Dogiyai harus hargai rakyat karena para calon wakil daerah akan berusaha mencari suara sebanyak-banyaknya tetapi tidak dengan secara paksa atau bayar kepada Tps dan rakyat harus mencari dukungan dari rakyat dengan adil karena mereka punya hak memilih dengan pilihannya yang mereka akan pilih,sebab rakyatlah penentunya menang atau kalah dalam pemilihan pilkada nanti pada tanggal yang sudah di tentukan.
Para pemimpin calon Bupati dan Wakil Bupati yang sudah mendaftarkan diri harus bersikap merakyat ,murah senyum dan suka atau harus menyapa untuk memperkenalkan diri sekaligus mencari dukungan dari rakyat.dan jangan menebarkan janji kepada rakyat yang nantinya akan janji tinggal hanya janji bahkan jangan ada calon pemimpin mnyuap rakyat agar mendapatkan suara kepadanya kerena suara rakyat jelata menjadi segala-galanya.dan jangan menghalalkan segala cara untuk memenangkan pemilihan jangan ada para pasangan yang tidak peduli pada rakyat jelata di kabupaten Dogiyai .
esan dari kami jika terjadi hal-hal tadi maka jangan mengabaikan rakyat jelata ,tidak meremehkan akar rumput .Boleh menjadi pemimpinnya yang kokoh karena doa akar rumput yang dikabulkan Allah.sekali lagi pasangan calon bupati dan wakil Bupati tidak dengan paksa kepada rakyat jelata dalam mencari dukungannya sebab jika dengan
Paksaan maka, Doa para pemimpin mungkin tidak dikabulkan Allah ,kerena apa yang mereka lakukan terhadap rakyat jelata itu mengotori dan mengharamkan.
Jadi yang akan menang dalam pemilihan nanti apa yang dia rencanakan untuk pembangunan kedepan Dogiyai akan dilimpahi keberhasilan oleh Allah karena keikhlasan akar rumput dalam bekerja.sebab mereka tidak akan mennutu banyak ,mereka akan cukup puas dengan mendapatkan kemudahan mencari rejeki untuk menopang kebutuhan sehari-hari.
Keikhlasan mereka akan mendatangkan berkat bagi kepemimpinan yang akan menang bahkan boleh jadi lima Tahun mendatang mereka akan memilihmu lagi.
ORANG ASLI DAERAH
Para pasangan calon Bupati yang akan mencalonkan diri di kabupaten Dogiyai untuk yang pertama harus Orang Asli Daerah Kamuu-Mapia, itupun melihat dari apakah orang tersebut benar-benar sudah memahami adat budaya orang Kamuu-Mapia sebab daerah kamuu-Mapia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang ada di kabupaten Dogiyai,kalu tidak orang asli daerah kamuu-mapia maka budaya kamuu-dan mapia akan punah atau hilang ditengah para kerumunan orang pendatang karena pemimpin yang akan memimpin kabupaten Dogiyai dia akan jual belikan adat budaya orang asli Kamuu dan Mapia
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Teknologi Yogayakarta
- PEMILIHAN KEPALA DAERAH ( PILKADA ) DI DOGIYAI HARGAI AKAR RUMPUT !!!